KASOLOANG – Pemerintah Desa Kasoloang, Kecamatan Bambaira, menggelar Rembug Stunting tingkat desa pada hari ini, Rabu (15/7/2026). Kegiatan strategis ini bertujuan untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui perencanaan konvergensi yang berbasis data, terukur, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Momentum ini menjadi bukti nyata komitmen seluruh pemangku kepentingan di Desa Kasoloang dalam mewujudkan generasi sehat dan bebas stunting.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen kunci yang menciptakan sinergi lintas sektor yang solid. Turut hadir Camat Bambaira, KUA Kecamatan Bambaira, Perwakilan UPT Puskesmas Bambaira, Kepala Desa, Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan PKK, hingga para Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Kader Posyandu. Total tercatat 42 peserta yang berpartisipasi aktif, terdiri dari 27 perempuan dan 15 laki-laki, yang mencerminkan inklusivitas dan peran sentral kaum perempuan dalam isu pengasuhan dan kesehatan anak di tingkat akar rumput.
Pada sesi pembukaan, Pendamping Desa menyampaikan Laporan Konvergensi Pencegahan Stunting di Desa Kasoloang Berdasarkan capaian EHDW yang menggantikan KPM Karena Berhalangan hadir . Presentasi ini menyoroti capaian yang sangat membanggakan, yaitu skor konvergensi sebesar 91,89% Urutran ke Dua Dikabupaten Pasangkayu dengan jumlah sasaran BALITA 0-59 BULAN 139 Sasaran dengan Capaian 86,94% , Sasaran REMATRI 268 Sasaran dengan Capaian 99,63% , Sasaran CATIN 4 Sasaran dengan Capain 100% ,IBU Hamil 19 Sasaran dengan capaian 82,69% , yang terekam secara digital melalui aplikasi eHDW . Angka impresif ini mengindikasikan bahwa intervensi yang dilakukan selama ini telah berjalan efektif, terukur, dan didukung oleh sistem pencatatan serta pelaporan yang akuntabel.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi Terarah atau Focus Group Discussion (FGD). Dalam forum ini, para peserta secara aktif mengajukan berbagai rancangan usulan konvergensi stunting yang relevan dengan kondisi lapangan. Diskusi berlangsung dinamis dan demokratis, di mana tokoh masyarakat dan agama memberikan masukan bernas, sementara kader posyandu dan PKK menyuarakan kebutuhan riil dari tingkat dusun, memastikan bahwa setiap usulan bersifat solutif dan tepat sasaran.
Memasuki tahap pembahasan, seluruh usulan yang terkumpul dikaji secara mendalam dan disepakati bersama oleh seluruh forum. Penyepakatan ini didasarkan pada persentase dan analisis laporan hasil konvergensi pencegahan stunting, sehingga kegiatan yang dipilih benar-benar menjawab celah (gap) layanan yang masih perlu ditingkatkan. Pendekatan berbasis bukti ini menjamin bahwa sumber daya desa akan dialokasikan pada program yang paling berdampak bagi ibu dan anak.
Puncak dari rembug ini adalah penetapan prioritas usulan program dan kegiatan pencegahan stunting untuk periode berikutnya. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, sejumlah program prioritas berhasil ditetapkan dan akan segera diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Penetapan ini menjadi landasan operasional bagi pemerintah desa serta para kader untuk mengeksekusi intervensi spesifik dan sensitif stunting secara terkoordinasi di tahun anggaran mendatang.
Dalam sambutannya, Camat Bambaira mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dan capaian skor konvergensi Desa Kasoloang yang luar biasa. Ia menegaskan bahwa keberhasilan 91,89% ini bukan garis finis, melainkan modal dasar yang kuat untuk terus berinovasi. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Desa Kasoloang optimis dapat mempertahankan prestasi ini dan melangkah lebih dekat menuju target desa bebas stunting secara menyeluruh.
Penulis : Rahmat Akbar Pendamping Desa Kecamatan Bambaiara




Tidak ada komentar:
Posting Komentar